Rabu, 18 Juli 2012

puisiku...


Aku masih berjalan di gelapnya mentari.
Aku masih belum mengerti arti hidup ini.
Ketika aku terbangun dengan nyanian tawa.
Tak lama aku mengerti itu hanya sesaat.
Haaa……
Apa aku terlalu bodoh untuk mengerti sebuah kehidupan?
Sulit untukku melangkahkan kaki ini ke dasar samudera.
Aku masih takut untuk tenggelam.
Tapi bodohnya aku yang selalu ingin tahu dan tak peduli dengan resiko itu.
Akhirnya kini aku tenggelam antara hidup dan mati.
Aku masih kejang di antara dasar laut ini.
Aku ingin naik dan segera pergi dari sini.
Tapi aku belum bisa Tuhan…
Ada apa ini dengan aku?
Kenapa ku alami lagi kejadian ini Tuhan?
Akankah dia akan menolongku lagi?
Atau aku akan mati di sini?
Aku menunggu ajal di dasar sini.
Gelap dan aku tersesat menunggu mati…

L L L
Rabu, 18 Juli 2012
15:23

Selasa, 17 Juli 2012

derai lukaku

aku merasa telah kehilngan arah.
arah yg dulu ada.
cahaya yg dulu terang.
kini redup termkn dusta.
penghianatan ini begtu indah untukmu rasa.
aqhu yg lemh kini hnya bsa bersandar pada deretan luka.
airmataku terasa tak kering dengan itu semua.
lukaku tersa semkin dalam.
dimana aqhu mengadu?
di mana aqhu tahan luka ini?
sedang dia tak peduli dg keadaan ini.
sakit Tuhan.........

Senin, 16 Juli 2012

harusnya aku sadar dan tau, kalo Tuhan punya rencana lain yang lebih bijak dan baik lagi untukku.. tapi Tuhan, terkadang rasa sakit ini tak dapat menerima perlakuannya. rasanya semua tercabik-cabik dalam duka. ya Allah, aku ingin semua ini dapat berakhir denga bahagia. aku ingin dia pergi dan tak kembali lagi dalam hidupku kalau memang dia bukan yang terbaik untukku. meskipub untuk saat ini aku masih mencintainya. Tuhan,,,, beri aku kekuatan untuk melupakannya. . . , ,

Sabtu, 14 Juli 2012

pisi (^_^)


Ku tekuk lututku dan mulai membungkuk merasakan ap yang telah terjadi.
Cerita awal yang begitu indah kini sudah usai.
Bukannya aku munafik untuk mengakhiri semua.
Tapi aku lelah jika harus terus menerus seprti yang kau mau.
Akupun punya prinsip yang aku ingin tegakkan.
Bukan kau saja yang selalu menekan apa yang kau mau.
Akupun punya kerentanan yamg harus ku hindari.
Bukan sekedar anganmu yang ingin kau capai.
Apa aku harus seperti yang kau mau?
Sedang kamu pun tak mau mengerti apa yang aku mau.
Jika memang ini yang terbaik untukku aku akan pergi dari hidupmu selamanya.
Dan hal yang aku ingin adalah tak akan aku kenali kamu seperti dulu.
Aku anggap kamu orang asing yang hanya berlalu di depanku.
Dan tak akan kembali.

“ikoq”

Sabtu, 14 Juli 2012
18:07

Jumat, 13 Juli 2012

puisi cinta


images (52).jpgtaka ada yg aneh.
hnya rasa kcwa ini yg sudh trllu dlm.
langkah mungil ini tak sanggup lagi mengikuti kta hati.
aqhu yg dulu mans, mngkn tak lg menjdi pnyejuk bwt kalian.
biarkn semua sprti ini.
hingga saatnya nanti aqhu kn kembali.
tangan ini tak sampai hati menegakkan amarah.
penyesalanpun tak urungnya hanya menjadi petaka.
ku lalui lagnkah ini di kegelapan.
dan berakhir pula di singgasana yang pahit.
bukan kamu, aku, atau mereka.
tapi biarkan Tuhan yang mendekap jiwaku dalam angan nestapa.
aqhu tak berharap perisaimu lagi.
aqhu tak berharap pelukmu lg.
duka ini terllu indah untukku rasa.
biarakn aqhu pergi dan tak kembali.

by: ika ikoq

jum'at,13 Juli 2012
22:21

Selasa, 10 Juli 2012

cewek manis

ya....
seperti inilah aku...
aqhu tak bisa di suruh untuk menjadi apa yang tak aku mau.
hemm....
banyak yamg nyangka aku sombong, tapi iya sii...
ada setitik dari diriku yang tak mereka mengerti....
ya, semoga memang tak ada yang mengerti.
dan inilah aku yang tak pernah kalian tahu tentang aku....
i don't know when this dream will come true...
a silly dream that always makes me cry for no reason